Home » » Pembelajaran Praktikum untuk melatih Soft Skill Siswa

Pembelajaran Praktikum untuk melatih Soft Skill Siswa


Tak bisa dipungkiri bahwa pembelajaran di kelas hanya mengukur aspek kognitif pada diri siswa, yang kemudian bermuara pada pada pembentukan hard skill mereka. Dari hard skill ini bisa dilihat kecakapan akademis mereka yang pada dasarnya bisa dikualitatifkan. Hard skill saja tidak cukup untuk mengantarkan mereka untuk mencapai kesuksesan kelak.
Jika diibaratkan dalam permainan sepak bola, teknik bermain, teknik menendang, cara mengumpan merupakan hard skil yang dimilikinya. Tapi ada sisi lain yang membuat pemain tersebut bisa dikatakan hebat yakni jiwa pantang menyerah,semangat berjuang,mampu bekerja sama, setia kawan yang merupakan soft skill yang dimiliki pemein tersebut. Begitu pula dalam pembelajaran disekolah yang hendaknya mampu membangun dan melatih soft skill siswa sehingga diharapkan mereka mampu memiliki karakter luhur yang menjadi bekal mereka dalam menempuh masa depannya nanti.
Salah satu model pembelajaran yang memberikan alternatif dalam membangun dan melatih soft skill siswa adalah pembelajaran praktikum yang diselenggarakan di laboratorium maupun di luar sekolah. Bagaimana implikasi dan realisasinya? Setidaknya ada 5 aspek nilai karakter soft skill yang bisa dilatih dalam pembelajaran praktikum.
Pertama, sikap bekerjasama. Pada pembelajaran praktikum siswa akan dikelompokan dalam beberapa kelompok. Biasanya 4 atau 5 orang tiap kelompoknya. Mereka akan dibekali teori dan persedur percobaan terlebih dahulu. Setelah itu melakukan percobaan. Selama proses percobaan akan banyak interaksi diantara mereka yang kemudian akan melahirkan bentuk kerja sama dalam memecahkan masalah, menganalisis maupun menjalankan prosedur percobaan dengan baik. Secara teori, semakin banyak mereka bekerja sama maka akan semakin terasah kecakapan soft skil nya.
Kedua, Sikap saling membantu. Permasalahan dalam kelompok tentunya akan menciptakan situasi saling membantu, dimana jika anggota kelompok mengalami masalah, maka anggota lain akan membantu. Dari saling membantu ini akan timbul kepekaan yang akan dimiliki setiap anggota kelompok.
Ketiga, jiwa menghargai. Dalam pelaksanaan pembelajaran pasti akan ditemukan perbedaan pendapat yang kemudian menciptakan perdebatan. Namun hal ini wajar, asalkan setiap siswa menerima perbedaan tersebut. Kuncinya adlah saling menghargai perbedaan yang ada.
Keempat, berpikir kreatif dan kritis. Menjalankan setiap prosedur percobaan tentunya akan menimbulkan rangsangan kreativitas pada setiap siswa. Mereka akan memiliki caranya tersendiri. Namun guru dituntut memberikan kebebasan bertindak tanpa membatasi ruang kerja mereka. Setelah menjalankan prosedur percobaan, mereka akan dihadapkan pada analisis masalah  dan cara memecahkannya. Dari sini mereka dilatih untuk berfikir kritis dari setiap masalah yang dihadapi.
Kelima, Kejujuran dan ketelitian. Dalam setiap percobaan guru hendaknya menanamkan sikap ilmiah.  Salah satu subtansi dari sikap ilmiah adalah adanya kejujuran dalam pengambilan data pengamatan. Tanpa ada manipulasi data. Dan siswa dituntut untuk jujur dalam hal ini. Kejujuran tersebut harus dibarengi dengan sikap ketelitian dalam setiap pengambilan keputusan.
Dari lima paparan diatas, yang terpenting dalam pembelajaran praktikum adalah soft skill siswa perlu terus dilatih dalam setiap berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Indikator keberhasilan ditentukan oleh peran guru dalam mengatur jalannya pembelajaran sehingga siswa terus dilatih untuk mendapatkan kecakapan ilmiah.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INILAH GURU - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger